Arang aktif adalah "obat" alami yang ajaib, tanpa efek samping, sebab arang aktif sebenarnya bukan obat seperti yang biasa kita terima dari dokter. Arang aktif sebenarnya tidak menyembuhkan, melainkan membantu tubuh melawan berbagai penyakit dan menyembuhkan diri sendiri dengan cara menyerap berbagai racun dari tubuh. Arang aktif harganya murah sekali, bahkan dapat dibuat sendiri.
Tetapi jangan salah anggap bahwa arang aktif sebagai obat hanyalah karangan kami, karena arang aktif sebagai obat didukung oleh riset oleh berbagai ahli didunia, dan juga tercantum resmi di Farmakope Indonesia. Pada abad ke-19 sampai pada pertengahan abad ke-20, bubuk arang kayu telah diterima sebagai "obat" oleh lembaga-lembaga pengobatan. Namun, kira-kira sejak 30 tahun yang lalu "obat" ini sudah menurun penggunaannya, bahkan sekarang para dokter sangat sedikit atau tidak ada sama sekali pengalaman dengan arang aktif sebagai obat.
Temukan disitus ini berbagai artikel mengenai arang aktif sebagai obat, testimoni yang kami terima dari orang-orang yang telah mengalami kesembuhan dengan arang aktif, serta berita seputar arang aktif seperti jadwal ceramah keliling yang kami lakukan. Kami juga menyediakan arang aktif yang dapat anda pesan dengan mudah dan murah.
BAGAIMANA MEMPERSIAPKAN TAPAL ARANG AKTIF
* Bahan yang dibutuhkan
1. Arang aktif bubuk
2. Dua potong kain katun tipis atau popok
3. Plastik atau kantong plastik
4. Air dingin atau air hangat
5. Mangkuk
6. Sendok
7. Rol elastis perban atau kain lebar 4 inch

* Prosedur
1. Tempatkan bubuk arang dalam mangkuk pencampuran
2. Tuangkan air secara bertahap
3. Aduk perlahan-lahan dengan sendok untuk membuat pasta arang. Campuran tidak boleh terlalu kering dan terlalu basah.
4. Sebarkan sepotong kain di atas meja
5. Menyebarkan arang 1/4 inci pasta pada bagian tengah kain. Memastikan bahwa itu satu atau dua inci lebih lebar dari organ tubuh yang sakit yang akan diletakkan arang.
6. Lipat empat sisi kain di atas pasta arang.

Bagaimana menerapkan tapal arang
1. Terapkan tapal pada bagian tengah area yang akan diobati
2. Tutup dengan plastik tipis untuk menjaga panas dan mouisture/ kelembaban tetap utuh
3. Tutup dengan kain kering yang bersih. Kain harus satu atau dua inci lebih lebar dari tapal
4. Tutup rapat balutan tapal arang aktif dengan plester
5. Biarkan semalam atau melakukannya tiga kali sehari
6. Ulangi terapi arang sampai kondisi ini ditempatkan di bawah kontrol atau sembuh
SI HITAM JELEK, TAPI KAYA MANFAAT

Tatkala diminta oleh redaktur majalah bulanan Desaku Lestari untuk membuat tulisan tentang manfaat arang bagi pertanian, maka serasa mengembang dadaku ini. Sebab media cetak produksi LSM-OWT ini kurasa merupakan media yang dapat diandalkan guna menyebar luaskan informasi dan pengetahuan bagi, untuk dan dari desa ke desa, karena LSM-OWT kiprahnya telah cukup dikenal oleh kalangan luas, terutama oleh para pelaku dan peminat kegiatan pemberdayaan masyarakat, baik di dalam negeri maupun di luar negri. “Kesempatan bagus nie…,” pikirku. Sebab akhir-akhir ini aku sedang getol berbicara tentang arang, di manapun, kapanpun dan dengan siapapun… Khususnya dalam bidang pertanian dan kesehatan… Jujur saja, siapa sih yang pernah tertarik dengan barang hitam jelek yang hanya bikin kotor saja ini? Tapi karena ternyata manfaatnya cukup banyak padahal harganya murah dan mudah didapatkan, maka tumbuhlah keinginan kuat dalam hati untuk membagikan pengalaman dan pengetahuanku ini, terutama kepada kaum kismin…eh … miskin ini. Juga kepada sesama yang ingin hidup sehat, namun dengan cara ‘mur-mer’ alias murah-meriah. Namun untuk memulai menuliskannya ternyata cukup membingungkan juga. Harus kumulai dari sisi sebelah mana? Sebab yang berlalu-lalang di pikiran adalah berpuluh bahkan beratus manfaat atau kegunaan dari arang ini, berputar-putar, berpindah-pindah dan seolah mereka saling mendahului untuk minta dituliskan dan diceritakan paling awal.
Memang sejak dahulu kala seiring dengan meningkatnya peradaban manusia, pemakaian arang sudah sangat akrab dengan kehidupan manusia. Mulai dari digunakan sebagai bahan bakar pengganti kayu bakar, kegiatan industri sampai dengan dalam bidang pengobatan. Terbayang sewaktu kukecil dulu, ketika ibuku menggoreng udang atau setiap memasak makanan laut (seafood) tak lupa sebatang arang selalu disertakan dalam wajan penggorengan. “Ini supaya kamu gak sakit perut,” ujar beliau. Pada kesempatan lain masih kuingat bahwa apabila akan mandi keramas acapkali dilakukan dengan terlebih dahulu membakar jerami padi kemudian arang dan abu yang dihasilkan direndam air dan siap dipakai sebagai shampoonya. Maklumlah jaman itu pabrik shampoo belum ada di Negara kita ini. Kali lain waktu aku berlibur di tempat nenek, kulihat ibu-ibu petani selalu menciprat-cipratkan air hitam (air rendaman arang) kepada akar dari bibit padi yang diambil dari persemaian padi sebelum bibit padi itu ditanam. “Biar hama dan penyakitnya gak berani mengganggu padi kita,” celetuknya.
Berawal dari mengikuti kegiatan pelatihan tentang pembuatan persemaian yang diselenggarakan LSM-OWT dalam kegiatan pemberdayaan pada para pelaku dan penerima manfaat dari PNPM-LMP (Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat - Lingkungan Mandiri Perdesaan) di Propinsi Sumbar, maka pada saat itulah “si hitam jelek” ini mulai menghampiri kehidupanku kembali. Pada sesi penjelasan tentang pembuatan media tanam yang diisikan pada polybag, dikatakan bahwa resep campuran yang dianjurkan adalah Tanah: 2 bagian, Pupuk Kandang: 1 bagian dan Arang Sekam: 1 bagian. Kenapa pakai arang sekam? Ternyata fungsi arang sekam ini sangat penting, antara lain dikatakan:
1. Membuat media tanam menjadi kompak (tetap utuh/menyatu meskipun media dikeluarkan dari polibag)
2. Menetralkankan pH tanah (kadar keasaman tanah),
3. Menggemburkan tanah, sehingga melancarkan sirkulasi udara dan air dalam tanah,
4. Menyerap racun dan mengisolasi penyakit (mensterilkan media),
5. Menyimpan air dan akan melepas kembali pada saat tanah kering,
6. Arang mempunyai pori yang efektif untuk mengikat dan menyimpan unsur hara dalam tanah untuk disajikan kepada bibit, kapanpun diperlukan,
7. Hara tidak mudah tercuci , sehingga kapanpun akan selalu ada, dalam kondisi ibarat makanan siap saji bagi tanaman.
Pantas saja dalam pendampingan masyarakat menyemaikan benih (pembibitan) di berbagai lokasi, kami hampir selalu berhasil membuat bibit dengan baik, dengan catatan benihnyapun harus baik dan tidak telat menyiramnya. Sebab pertumbuhan akar dari tanaman yang masih kecil/pendek akan menjadi mudah menjangkau unsur hara yang dibutuhkan dan dalam kondisi layak makan (tidak beracun, pH netral dan tidak berpenyakit). Namun jika tidak menggunakan arang, maka pupuk yang diberikan akan cenderung tercuci saat tanaman tersebut disiram (minimal hara akan turun ke bagian bawah polibag). Bibit muda yang baru disapih masih mempunyai akar yang pendek, sehingga akar tidak akan dapat menjangkau makanan (unsur hara) yang telah turun ke bawah. Hal ini berakibat pada bibit menjadi tumbuh kerdil dan tidak jarang mati karena kekurangan makan.
Kemudian disusul pengalaman sewaktu mendampingi kunjungan studi para Camat dan Wali Nagari (Kepala Desa) pelaku PNPM-LMP Kabupaten Agam SUMBAR ke Lembaga SEAMEO-BIOTROP di Bogor yaitu sebuah lembaga penelitian dari kelompok negara-negara ASEAN. Pada sesi tentang penjelasan teknik budidaya tanaman Sorgum oleh Dr Supriyanto, dikatakan bahwa sorgum adalah tanaman dengan aneka manfaat, penjelasannya antara lain:
1. Dapat dijadikan Multi-produk (pangan, pakan, energy dan berbagai industri turunannya).
2. Sorgum termasuk serealia, dengan kandungan nilai gizi tinggi.
3. Mudah tumbuh di berbagai tipe lahan (kering, masam, basa, salin, berbatuan, pasir).
4. Perlu cahaya penuh (tipe C4) , sangat efisien dalam menangkap sinar matahari).
5. Kurang tahan terhadap persaingan dengan gulma
6. Perlu persiapan lahan yang baik.
Nah, tatkala menjelaskan tentang persiapan lahan yang baik, ternyata yang harus dilakukan setelah tanah dibajak/digemburkan kemudian ditambahkan pupuk kandang, maka resep utamanya adalah perlunya tanah dan pupuk tersebut dicampur dengan arang kayu untuk kemudian dibuat guludan selebar 60 cm dan selanjutnya ditugal (dibuat lubang tanam dengan alat/tugal) untuk ditanamkan benih sebanyak 2 - 3 buah per lubang. Lagi-lagi di sana dijelaskan kehebatan aplikasi arang kayu pada media tanam yang notabene sama dengan fungsi arang sekam di atas. Bahkan ditambahkan pula bahwa beliau telah mencoba aplikasi arang pada budidaya tanaman singkong di kebun belakang laboratorium Biotrop, walhasil dari per batang singkong bisa dipanen rata-rata lebih dari 100 kg singkong. Bukan main !
“Arang adalah hasil dari proses pembakaran kayu yang tidak sempurna, dalam arti proses peng-arangan adalah pembakaran dengan pemakaian oksigen yang sangat terbatas (pirolisis). Sedangkan pembakaran sempurna (oksidasi) adalah berada pada kondisi pemakaian oksigen yang cukup. Kelebihan lain arang dibanding kayu adalah arang tidak akan lekang kena panas dan lapuk kena hujan dalam waktu puluhan bahkan ratusan tahun, sehingga karena sifat fisiknya tak berubah maka fungsinyapun dapat bertahan pada kurun waktu yang lama pula,” demikian penjelasan Dr. Pri.
Dua pengalaman inilah pemicu ketertarikanku untuk mempelajari dan mencari tahu hal ihwal tentang arang lebih lanjut. Mulai dari browsing di internet sampai dengan mencari tahu pengalaman-pengalaman dari para petani. Dan ketika kulihat petani membakar jerami di sawah segera kuhampiri dan kuamati, ternyata setiap api mulai menyala pada tumpukan jerami tersebut, mereka buru-buru mencipratkan air agar api padam tapi dijaga agar tetap berasap/membara. Dan ternyata hasil yang diharap adalah jerami yang berwarna hitam alias arang jerami. “Kalau terbakar, maka yang dihasilkan adalah abu jerami. Kalau jadi abu, maka fungsinya kurang baik untuk kesuburan tanaman,” ujarnya. Jerami yang sudah menghitam itu kemudian keesokannya disebar merata pada sawah dan kemudian dibajak agar bercampur dan masuk ke dalam tanah. Seperti kita ketahui warna arang adalah hitam, sedangkan warna dari abu adalah putih abu-abu (kok kayak seragam anak SMA ya..?)
Dari penuturan mereka kuketahui bahwa kalau tidak dicampur arang, maka padi membutuhkan pupuk dalam jumlah banyak. Dan dari pengalaman pemakaian pupuk buatan dalam kurun waktu yang lama, disadari pupuk buatan lambat laun justru merusak sifat fisik, kimia dan biologis tanah sehingga menurunkan kondisi kesuburan tanah, sehingga untuk penanaman periode berikutnya selalu akan dibutuhkan jumlah pupuk yang lebih banyak dari periode sebelumnya. “Apabila jumlah pupuk buatan yang diberikan sama banyak karena harga pupuk buatan yang semakin mahal dan sering langka di pasaran, maka bersiaplah untuk menerima hasil panen yang menurun jumlahnya,” katanya mengakhiri pembicaran sore itu di pinggir sawahnya. Memprihatinkan, jutaan petani di negeri kita saat ini telah terjebak pada kebiasaan pemakaian pupuk dan pestisida buatan/kimia yang ternyata sedikit manfaat namun ternyata malah banyak mudharatnya bagi dirinya maupun bagi lingkungan hidupnya.
Hal di atas mengingatkanku kepada penjelasan Dr. Pri dari Biotrop waktu itu bahwa arang kayu, arang sekam, arang bamboo atau arang apa saja, itu semua juga mempunyai fungsi “Soil conditioner” artinya arang mampu menjaga dan mengembalikan kondisi tanah yang mulai rusak ke kondisi awal yang baik. Hal ini tentu berhubungan dengan sifat adsorbsi (penyerapan) arang yang kuat. Seperti kita ketahui arang dapat menyerap racun/bakteri (contoh: Obat Norit), menyerap gas/bau busuk (contoh: Gajah Kulkas), menyerap kotoran (filter penjernih air), menjernihkan dan membuat minyak goreng bekas (jelantah) layak dan aman untuk digunakan kembali. Juga terbayang olehku bahwa tanaman anggrek di rumahku yang sedang berbunga, ungu kemerahan, kuning bintik coklat dan putih. Kesemua angrek-anggrek tersebut media tanamnya hanyalah arang belaka. Akan tetapi mereka semua dapat tumbuh subur serta memunculkan bunga yang indah menawan hati, hanya dengan media tanam arang yang menyerap unsur hara dan air dari kelembaban udara yang lewat terbawa angin.
Sore itu suasana cerah, setelah seharian tadi hujan mengguyur desaku. Segera kusiapkan diri untuk bergegas menuju kota kecamatan terdekat, tempat tersedia warnet satu-satunya di wilayahku bekerja. Kebetulan pengunjung warnet agak sepi, mungkin karena tadi seharian hujan, sehingga aku leluasa untuk memilih tempat yang paling nyaman dan paling bagus kondisi komputernya. Kata ‘ARANG’ kutuliskan pada mesin pencari Yahoo, seketika muncul sederet info dan artikel tentang arang. Dan yang menarik untuk kubuka pertama kali adalah artikel “Arang Obat Ajaib.” Karena agak terasa aneh, arang kok dipakai obat, ajaib lagi… Ada apa gerangan nie… ? Apa saja penyakit yang dapat diobatinya? Setelah kubuka dan kupelajari artikel itu sempat aku tercengang, ternyata lebih dari 100 macam jenis penyakit dapat diobati dengan arang ini (arang aktif). Wah..wah..wah… buah sirsak saja yang dewasa ini ngetopnya bukan main, hanya bisa mengobati 32 macam penyakit… Alhamdulillah wa syukurillah, bukankah ini yang disebut karunia-NYA nan besar? Mana hitam…mana jelek… namun barang yang selama ini kuanggap remeh, ternyata malah membuktikan bahwa yang remeh sesungguhnya adalah diriku yang seringkali menganggap remeh tentang sesuatu, padahal aku belum sepenuhnya tahu tentang segala sesuatunya dengan baik, boro-boro secara detail dan lengkap. Astagfirullah al adzim!
Mulai dari sakit maag, desentri, diare, gangguan pencernaan, keracunan makanan, disengat serangga, luka gores, asam urat, kolesterol, diabetes, panas dalam, perut kembung, sariawan, darah tinggi, gangguan jantung, ginjal, batu empedu, keputihan, infeksi kandung kemih, prostat, berbagai jenis kanker dan berbagai macam penyakit lagi, bahkan bisul dan bengkak-bengkak bisa pula diobati dengan arang ini. Mohon jangan keliru, diobati bukan berarti disembuhkan. Sebab yang bisa menyembuhkan penyakit pada hakekatnya adalah hanya Sang Maha Penyembuh. Allah SWT. Insya Allah.
Mengenai perbedaan antara arang biasa dengan arang aktif, penjelasannya kurang lebih adalah sebagai berikut. Arang aktif sebenarnya adalah arang biasa yang telah dipanasi lagi dengan suhu yang tinggi (950 derajat Celcius) dan dilakukan dalam waktu lebih dari 4 jam. Hal ini dimaksudkan untuk meningkatkan daya serapnya (adsorpsi), sehingga dapat lebih aktif menyerap hal-hal yang menjadi pengganggu. Contoh arang aktif di pasaran (apotik dan toko obat) yang dijual dalam bentuk tablet obat adalah NORIT.
Hampir 3 (tiga) bulan sampai dengan saat ini diriku sudah mengkonsumsi serbuk arang aktif secara rutin. Alhamdulillah wa syukurillah kolesterolku sudah normal kembali dan badanpun terasa lebih sehat, karena menurut info dari LIPI dalam arang kayupun tersimpan sinar infra merah, dan apabila dikonsumsi maka sinar infra merah ini akan dilepas secara perlahan di dalam tubuh, sehingga akan menghangatkan tubuh dan melancarkan peredaran darah. Jadi, apabila musim durian nanti kan tiba kusudah tidak takut lagi untuk segera menikmati kelezatannya, karena sebagai pengaman akan kuminum satu sendok makan serbuk arang aktif guna menghindari perut kembung atau panas dan untuk mencegah kolesterolku tidak naik lagi.
Demikianlah sedikit tulisan tentang arang yang dapat kusajikankan. Mudah-mudahan kita dapat ikut menikmati minimal beberapa manfaat dari Si Hitam jelek ini, dan syukurlah kalau bisa banyak. Amin Yaa Robbal al Amin.
*Penulis adalah Alumnus IPB – Bogor (Institut Pleksibel Banget, ceunah urang ti Bogor), saat ini berprofesi sebagai pengamat arang nasional dan sekaligus sebagai pengamat pemanfaat arangnya…hehehe…
MANFAAT MENAKJUBKAN DARI ARANG KAYU
MESKIPUN masyarakat dunia telah menggunakan arang kayu sejak ribuan tahun, kegunaannya lebih banyak dikonsumsi untuk bahan bakar memasak. Karena perkembangan teknologi yang memanfaatkan sumber gas alam, listrik dan bensin untuk bahan bakar, sehingga tingkat konsumsi masyarakat terhadap arang semakin berkurang.
Bahkan, akhir-akhir ini volume permintaan arang kayu di pasaran dalam dan luar negeri semakin menurun karena masyarakat sudah banyak yang beralih kepada bahan bakar migas dan energi listrik.
Setelah diabaikan selama beberapa tahun terakhir, kini arang kayu mulai menarik perhatian setelah munculnya penemuan baru yang menyatakan produk arang tersebut banyak manfaatnya bagi kehidupan manusia. Kemajuan teknologi modern telah mengangkat tingkat produktivitas ilmu pengetahuan untuk meneliti manfaat arang bagi kepentingan manusia dengan aneka kegunaannya.
Hasil penelitian di Jepang menyebutkan, komoditi arang yang mengandung karbon itu dapat diolah menjadi berbagai produk rumah tangga yang berkhasiat bagi kesehatan. Di samping digunakan untuk bahan campuran pakaian, produk kerajinan dan pertanian.
Nipponia, majalah triwulan terbitan Jepang, memuat tentang "Arang menambah hidup yang baik" karena memiliki banyak kegunaan untuk kehidupan manusia. Dalam tulisan Sanado Kuniko itu, disebutkan beberapa manfaat yang menakjubkan dari arang dan bagaimana masyarakat Jepang memanfaatkannya. Arang menarik perhatian karena karakteristik uniknya yang dapat digunakan dalam banyak cara. Seperti mempunyai rongga-rongga kecil yang sangat banyak arah sehingga 1 gram arang mempunyai luas permukaan sekitar 250 meter persegi. Rongga-rongga ini dapat melekatkan zat-zat yang berlainan pada dindingnya, yang kemudian nantinya dilepaskan.
Misalnya arang menyerap air dari udara lembab, kemudian melepaskannya pada kondisi yang kering. Sehingga membuatnya berfungsi pengatur kelembaban yang baik. Selain itu, arang juga mempunyai manfaat menyerap bau ruangan yang tidak sedap dan zat-zat merugikan. Arang menghasilkan ion-ion negatif yang membuat orang lebih santai. Infra merah yang keluar dari pembakaran arang memberikan efek bagi kelancaran peredaran darah.
Manfaat Baru
Para peneliti di Jepang kini terus mengkaji manfaat dari arang, meneliti manfaat baru lainnya untuk mengembangkan produk-produk baru, seperti penjernihan air, alat untuk menjaga sayur dan makanan tetap segar, penambah kualitas tanah, pengatur kelembaban dinding dan lantai rumah dan obat penghilang bau. Arang yang digunakannya itu berasal dari kayu keras (kayu ek holm) yang lama terbakar. Di Jepang arang kualitas terbaik itu disebut "Kishu binchotan" memancarkan sinar infra merah tinggi menebarkan aroma masakan yang dipanggang. Arang adalah kayu yang telah dikarbonisasi dengan pembakaran sebagian dengan sedikit udara itu, terdiri atas dua jenis, yakni arang hitam dan arang putih.
Jenis arang putih itu dibuat dari jenis kayu yang sangat keras atau sama dengan arang hitam dari kayu ek holm (sejenis kayu pilihan yang keras). Sementara itu, arang bambu mempunyai lebih banyak rongga, sehingga dapat menyerap banyak bau dan air daripada arang kayu. Sedangkan cuka kayu, cairan yang dibuat dengan mendinginkan partikel air dari asap tempat pembakaran, digunakan mulai dari alat untuk antibakteri, insektisida pertanian hingga obat penghilang bau serta bahan tambahan untuk mandi dan produk-produk yang dapat mempertinggi tingkat kecantikan.
Arang binchotan dibuat pada suhu yang sangat tinggi dan mempunyai efek alkali. Cocok untuk menjernihkan air minum karena melepaskan klorin dan zat-zat berbahaya lainnya. Arang ini tetap keras di dalam air, saking kerasnya tidak melepaskan bubuk apapun. Kalau memasukkan 50 sampai 60 gram arang ini ke dalam satu liter air ledeng, berarti Anda menambah kandungan mineral dan membuatnya lebih basa, menjadikan air minum yang baik. Arang yang digunakan untuk penjernih air, dicuci dulu lalu disteril dalam air mendidih, kemudian dikeringkan dibawah matahari.
Jika menggunakan arang sebagai pengatur kelembaban dan menyerap bau, maka memerlukan 8 kg untuk ruangan yang luasnya sekitar 10 hingga 13 meter persegi. Arang juga ramah lingkungan, bila setelah selesai digunakan, hancurkan menjadi potongan-potongan kecil dan dikembalikan ke alam. Sampai kini penelitian masih berlangsung dengan harapan lebih banyak fungsi lain yang akan ditemukan dari arang kayu tersebut.(Aspek-35)
dikutip dari SUARA MERDEKA, Senin, 16 September 2002
APA MANFAAT DARI ARANG AKTIF?
Berikut berbagai manfaat arang aktif :
1. Aplikasi Arang aktif dilahan pertanaman padi dan sayuran dapat meningkatkan nilai pH (bila tanah asam), dan menurunkan nilai pH (bila tanah basa).
2. Aplikasi arang aktif dilahan pertanaman padi dan sayuran dapat meningkatkan nilai KTK tanah
3. Aplikasi arang aktif dilahan padi dan sayuran dapat meningkatkan populasi mikroba pendegradasi pencemar
4. Aplikasi arang aktif dilahan padi dan sayuran dapat mengikat residu insektisida (organoklorin dan organofosfat) sehingga tidak terbawa aliran air permukaan (run off) dan tidak terserap masuk ke jaringan tanaman.
5. Arang aktif yang digunakan sebagai pelapis pupuk urea dapat menjadikan pupuk urea menjadi slow release, tidak mudah menguap dan tidak mudah larut/ tercuci, sehingga penggunaan pupuk menjadi lebih efisien
6. Arang aktif yang digunakan pada alat filter Fio bermanfaaat sebagai pengikat residu insektisida (organoklorin dan organofosfat) sehingga air outlet sawah yang masuk ke sungai akan terbebas dari pencemar residu insektisida.
7. Urea berlapis arang aktif diperkaya mikroba konsorsia slow release, tidak mudah menguap, dan mampu menurunkan residu insektisida senyawa POPs pada tanah dan tanaman. Namun kelemahannya adalah terkait dengan kemampuan hidup mikroba konsorsia selama dalam penyimpanan sehingga perlu dilakukan penelitian lebih lanjut terkait kemampuan mikroba selama penyimpanan dan pengembangannya.
8. Arang tempurung kelapa adalah produk yang diperoleh dari pembakaran tidak sempurna terhadap tempurung kelapa. Sebagai bahan bakar, arang lebih menguntungkan dibanding kayu bakar. Arang memberikan kalor pembakaran yang lebih tinggi, dan asap yang lebih sedikit. Mungkin banyak orang berfikir bahwa penggunaan arang sudah tidak jamannya lagi. Namun demikian kebutuhan akan keberadaan arang tetap tinggi, seperti halnya untuk pembakaran berbagai jenis makanan seperti sate, ayam bakar ataupun ikan bakar, posisi arang tidak tergantikan meskipun banyak alternatif lain. Dengan demikian peluang usaha pembuatan arang tempurung kelapa bukanlah suatu hal yang sia-sia untuk dijalankan.
Sumber: SINAR TANI
BERBAGAI MANFAAT ARANG

Arang adalah bahan yang luar biasa. Arang dapat menyerap (adsorb, bukan absorb) lebih banyak racun daripada bahan lain yang dikenal manusia. Arang dapat menyerap timah asetat, strychnine, DDT,banyak obat-obatan (termasuk kokain, iodine, penicillin, aspirin, phenobarbital), dan bahan-bahan anorganik (klorin, timah dan merkuri). Arang dapat menyerap ribuan kali beratnya sendiri zat-zat berupa gas, logam berat, racun-racun dan bahan-bahan kimia lainnya; sehingga merupakan bahan yang efektif dan tidak berbahaya. Arang dapat menyerap gas dalam usus dan menyerap berbagai jenis gas-gas berbau busuk.
Arang dapat melakukan berbagai fungsi ini karena kemampuannya untuk menarik bahan-bahan lain ke permukaannya dan menahannya di situ. Inilah yang disebut dengan “adsorption” (penyerapan dengan menempelkan bahan yang diserap, bukan absorpsi). Satu sendok teh bubuk arang memiliki permukaan lebih dari 10.000 kaki persegi. Jurnal kesehatan Inggris,membahas tentang kemampuan luar biasa kulit manusia untuk mengizinkan perpindahan cairan, gas, dan bahkan partikel mikro melalui membran dan pori-porinya yang memiliki daya serap, melalui penggunaan arang aktif yang lembab dalam bentuk kompres dan pasta, yang sesungguhnya dapat menarik bakteri dan racun melalui kulit diserap oleh pasti dan kompres tersebut! Artikel ini membahas tentang penggunaan kompres arang untuk mempercepat penyembuhan luka dan mengurangi baunya. Namun pasta arang harus dijaga tetap lembab dan hangat agar proses penyembuhan ini berlangsung.
Para dokter Mesir kuno, juga Hippokrates (tabib Yunani) menyarankan penggunaan arang untuk pengobatan. Orang-orang Indian Amerika Utara menggunakannya untuk penyakit masuk angin dan infeksi kulit. Arang menyembuhkan bengkak dan memar. Sebuah penelitian di tahun 1981 menemukan bahwa arang aktif mengurangi jumlah gas yang dihasilkan akibat makan kacang-kacangan dan makanan pembentuk gas lainnya. Arang menyerap kelebihan gas bersama dengan bakteri yang membentuk gas tersebut. Arang aktif membantu mengurangi nafas bau, karena arang membersihkan bau mulut maupun saluran pencernaan. Arang juga membantu membersihkan darah. Arang meringankan gejala diare karena tegang, diare di perjalanan (turista), kejang usus besar, radang pada pencernaan dan lambung. Untuk masalah seperti ini, ambillah 1-1½ sendok teh bubuk arang hingga 3 kali sehari. Karena makanan akan mengurangi keefektifannya, gunakan arang di antara jam makan (sedikitnya dua jam setelah makan). Aduklah arang dengan segelas air dan kemudian minum; atau campur arang pada sendok dengan minyak zaitun lalu ditelan. Arang juga diletakkan di dalam masker gas selama Perang Dunia I; dan arang menangkal gas beracun secara efektif. Bau busuk, yang disebabkan oleh radang pada kulit, telah dihilangkan dengan meletakkan kain berisikan bubuk arang pada kantong plastik.
FOTO-FOTO "Pengobatan dgn Mengunakan Bubuk Arang"
Berikut foto-foto pelayana pengobatan dengan arang.
MINUM ARANG: SEHAT dan AWET MUDA
(Dikutip dari Trubus)
Masih ingat era 1980 ketika menyetrika menggunakan bara arang? Arang dibakar hingga membara dalam setrika besi yang di depannya terdapat pengunci berbentuk
ayam jantan. Cara itu kini ditinggalkan dan digantikan setrika listrik yang lebih praktis. Namun, bukan berarti arang tak lagi digunakan.Pada abad ke-20, barang gosong itu justru makin luas penggunaannya. Riset terbaru, arang diubah menjadi penghantar zat antikanker pada tubuh manusia.
Penelitiannya dilakukan Japan Science and Technology Agency dan Japan Cancer Insitute, Jepang. Arang atau karbon diubah menjadi nanohorn, sejenis batang berukuran sepersejuta meter yang salah satu ujung silindernya meruncing dan tertutup seperti tanduk. Pada ujung itu, disempalkan butiran 1-2 nanometer obat kanker bernama cisplatin. Mirip memasukan obat ke dalam kapsul.
Setelah disuntikkan ke tubuh pasien, nanohorn mengalir dalam darah, tidak menyebar ke seluruh tubuh tetapi hanya terakumulasi di dalam sel-sel kanker.
Sebab, sifat sel kanker lebih mudah menyerap benda-benda berukuran 100 nanometer dibandingkan sel tubuh lainnya. Setelah berkumpul di dalam sel
kanker, obat dalam kapsul nanohorn itu perlahan lepas untuk mematikan sel kanker. Sistem penghantar obat itu lebih efektif untuk pemusnahan kanker dan tumor serta tanpa efek samping.
Awet muda
Penggunaan arang sebagai obat dalam sebetulnya bukan baru. Sejak 1500 SM, masyarakat Mesir menggunakan arang sebagai penyembuh luka dan pembersih usus halus setelah makan. Lantas, 1.100 tahun kemudian Hipokrates menggunakan barang kelam itu untuk perawatan pengidap epilepsi, klorosis, dan antraks. Pada 1831, di depan pelajar di French Academy of Medicine, Profesor Touery berdemontrasi minum racun strychnine yang dicampurkan butiran hitam asal pembakaran. Hasilnya, ia tetap hidup dan menjelaskan penyebabnya.
ARANG AKTIF SI PENYERAP RACUN
Sering kali kita tidak memperhatikan apakah makanan yang kita konsumsi setiap hari sudah cukup aman dari kuman dan jamur sehingga gejala keracunan seperti pusing, mual, diare, dan kram perut tidak dapat dihindari. Ada beberapa obat yang dapat digunakan untuk mengatasi dan mengurangi keluhan yang diderita akibat keracunan, salah satunya adalah arang aktif atau norit. Norit terbuat dari arang yang telah diaktifkan, tetapi bukan arang yang biasa digunakan untuk membakar sate. Pembuatan norit melalui suatu proses dengan bahan baku berupa kayu, batu bara, kulit kacang, atau serbuk gergaji yang diolah dengan cara kimia, yaitu dengan mencampurnya dengan asam, atau dengan cara mengukusnya menggunakan uap atau gas pada temperatur tinggi.
Jika arang aktif diperiksa dibawah Scanning Electron Microscopy, akan terlihat pori-pori dalam jumlah yang sangat besar. Dengan gaya Van der Walls yang dimilikinya, pori-pori tersebut mampu menangkap berbagai macam bahan, termasuk bahan beracun. Oleh karena itu arang aktif dapat digunakan pada kasus overdosis obat, keracunan makanan, atau tertelan bahan beracun lainnya. Kemampuan arang aktif dalam menangkap racun hanya terjadi di lambung dan usus, ketika zat beracun belum terserap dan masuk ke dalam peredaran darah. Sehingga, semakin cepat diberikan, semakin banyak racun yang dapat diserap. Namun, tidak semua bahan dapat diserap oleh arang aktif. Beberapa di antaranya yang tidak dapat diserap adalah litium, asam atau basa kuat, logam dan bahan inorganik (misalnya, natrium, besi, timah, arsen, yodium, fluorin, dan asam borat), alkohol (misalnya etanol, metanol, isoprofil alkohol, glikol, dan aseton), dan hidrokarbon (seperti minyak tanah, bensin, oli, dan hidrokarbon tumbuhan seperti minyak pinus).
Norit relatif aman dan tidak mengiritasi dinding salurang pencernaan. Tapi sebaiknya digunakan atas nasehat dokter Anda. Efek samping tersering adalah konstipasi (buang air besar tidak lancar). Hal lain yang perlu diperhatikan adalah kemampuannya yang dapat juga mengadsorbsi zat gizi dan vitamin yang diperlukan tubuh sehingga arang aktif tidak boleh terlalu sering digunakan. (NANDA)
Posted in - Keracunan, Swamedikasi.
By PIOGAMA






